Rabu, 04 Desember 2013

ARTIKEL PENDIDIKAN


Teknik membantu siswa bermasalah
Upaya membantu peserta didik mengatasi perilaku bermasalah dan menggantinya dengan perilaku yang efektif menghendaki keterampilan khusus dari guru. Bagi guru yang berperan sebagai wali kelas sekaligus sebagai guru pembimbing,penanganan dan pencegahan perilaku bermasalah dapat ditempuh dengan mengembangkan kondisis pembelajaran yang dapat memperbaiki kesehatan mental peserta didik.
Secara lebih khusus upaya bantuan bagi siswa yang mengalami masalah belajar dapat dilakukan adalah dengan cara –cara berikut ini :
a)      Pengajaran perbaikan ( Remedial teaching )
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk pengajaran perbaikan yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan ,pengajaran yang membuat menjadi lebih baik. pengajaran perbaikan dapat dilakukan kepada seseorang atau sekelompok siswa yang menghadapi masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan dalam proses dan hasil belajar mereka.
Dibandingkan dengan pengajaran biasa,pengajaran perbaikan sifatnya lebih khusus karena bahan,metode dan pelaksanaanya disesuaikan dengan jenis,sifat dan latar belakang masalah yang dihadapi siswa. Disamping itu ,bekerja dengan para siswa yang menghadapi masalah belajar banyak sedikitnya berbeda denagn siswa yang mengikuti pelajaran dikelas biasa. Kalau didalam kelas biasa unsur emosional dapat dikurangi,sedangkan siswa yang sedang mengalami msalah belajar justru sebaliknya, ia mungkin dihinggapi perasaan takut,cemas,tidak tentram,bingung,bimbang dll.

b)      Kegiatan pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar. Mereka memerlukan tugas-tugas tambahan yang terencana untuk menambah dan memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliknya dalam kegiatan belajar sebelumnya. Siswa yang cepat belajar hampir selalu dapat mengerjakan tugas-tugas lebih cepat dibandingkan dengan teman-temanya dalam waktu yang telah ditetapkan.
Kecepatan belajar yang tinggi akan mempunyai dampak positif apabila siswa merasa dirinya diperhatikan dan dihargai atas keberhasilan dan kemampuan dalam belajar. Sebaliknya kecepatan belajar akan mempunyai dampak negatif apabila siswa  hati,tidak bersemangat dll. Dalam hubunganya dengan siswa yang lain,mereka mungkin menjadi siswa yang mengganggu atau salah tingkah. Hala ini akan menyebabkan menurunya prestasi belajar mereka.

c)      Peningkatan motivasi belajar
Guru dan staf sekolah lainya berkewajiban membantu siswa meningkatkan motivasinya dalam belajar. Prosedur yang dapat dilakukan adalah dengan:
1.      Memperjelas tujuan-tujuan belajar. Siswa akan terdorong untuk belajar apabila ia mengetahui tujuan-tujuan belajar yang hendak dicapai.
2.      Menyesuaikan pengajaran dengan bakat,kemampuan  dan minat siswa.
3.      Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang,merangsang dan menyenangkan.
4.      Memeberikan hadiah (penguatan) dan hukuman (hukuman yang bersifat membimbing,yaitu yang menimbulkan efek peningkatan)
5.      Menciptakan suasana hubungan yang hangat dan dinamis anatara guru dan siswa serta antara siswa dan siswa.

d)     Peningkatan keterampilan belajar
Prosedur yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan :
1.      Membuat catatan waktu guru mengajar
2.      Membuat ringkasan dari bahan yang dibaca
3.      Mengerjakan latihan-latihan soal.

e)      Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif
Setiap siswa diharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Tetapi tidak tertutup Kemungkinan adanya siswayang memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang tidak harapkan. Apabila siswa memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang tidak baik dikhawatirkan siswa tidak akan mencapai prestasi belajar yang baik karena hasil belajar yang baik itu diperoleh melalui usaha yang dilakukan oleh siswa yang baik. sikap dan kebiasaan belajar yang baik tidak tumbuh secara kebetulan ,melainkan sering kali perlu ditumbuhkan melalui bantuan yang terencana,terutama oleh guru-guru dan orang tua siswa. Untuk itu siswa hendaknya dibantu dalam hal sebagai berikut :
1.      Menemukan motif-motif yang tepat dalam belajar
2.      Memelihara kondisi kesehatan yang baik
3.      Mengatur waktu belajar baik disekolah maupun dirumah
4.      Memilih tempat belajar yang baik
5.      Belajar dengan menggunakan sumber belajar yang baik
6.      Membaca secara baik dan sesuai dengan kebutuhan.
7.      Tidak segan-segan bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahui.


Daftar Pustaka :
Rosner, Jerome. (1993). Helping Children Overcome Learning Diffculties. New York: Worker an Company.
Sunaryo Kartadinata. (1990). Kebutuhan Akan Layanan Bimbingan di Sekolah Dasar.Hasil Penelitian. Bandung: IKIP.