Teknik membantu siswa
bermasalah
Upaya membantu peserta didik mengatasi perilaku
bermasalah dan menggantinya dengan perilaku yang efektif menghendaki
keterampilan khusus dari guru. Bagi guru yang berperan sebagai wali kelas
sekaligus sebagai guru pembimbing,penanganan dan pencegahan perilaku bermasalah
dapat ditempuh dengan mengembangkan kondisis pembelajaran yang dapat
memperbaiki kesehatan mental peserta didik.
Secara lebih khusus upaya bantuan bagi siswa
yang mengalami masalah belajar dapat dilakukan adalah dengan cara –cara berikut
ini :
a) Pengajaran perbaikan ( Remedial teaching )
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk pengajaran perbaikan yang
bersifat menyembuhkan atau membetulkan ,pengajaran yang membuat menjadi lebih
baik. pengajaran perbaikan dapat dilakukan kepada seseorang atau sekelompok
siswa yang menghadapi masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan
dalam proses dan hasil belajar mereka.
Dibandingkan dengan pengajaran biasa,pengajaran perbaikan sifatnya
lebih khusus karena bahan,metode dan pelaksanaanya disesuaikan dengan
jenis,sifat dan latar belakang masalah yang dihadapi siswa. Disamping itu
,bekerja dengan para siswa yang menghadapi masalah belajar banyak sedikitnya
berbeda denagn siswa yang mengikuti pelajaran dikelas biasa. Kalau didalam
kelas biasa unsur emosional dapat dikurangi,sedangkan siswa yang sedang
mengalami msalah belajar justru sebaliknya, ia mungkin dihinggapi perasaan
takut,cemas,tidak tentram,bingung,bimbang dll.
b) Kegiatan pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk
layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat
cepat dalam belajar. Mereka memerlukan tugas-tugas tambahan yang terencana
untuk menambah dan memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliknya
dalam kegiatan belajar sebelumnya. Siswa yang cepat belajar hampir selalu dapat
mengerjakan tugas-tugas lebih cepat dibandingkan dengan teman-temanya dalam
waktu yang telah ditetapkan.
Kecepatan belajar yang tinggi akan mempunyai
dampak positif apabila siswa merasa dirinya diperhatikan dan dihargai atas
keberhasilan dan kemampuan dalam belajar. Sebaliknya kecepatan belajar akan
mempunyai dampak negatif apabila siswa hati,tidak
bersemangat dll. Dalam hubunganya dengan siswa yang lain,mereka mungkin menjadi
siswa yang mengganggu atau salah tingkah. Hala ini akan menyebabkan menurunya
prestasi belajar mereka.
c) Peningkatan motivasi belajar
Guru dan staf sekolah lainya berkewajiban
membantu siswa meningkatkan motivasinya dalam belajar. Prosedur yang dapat dilakukan
adalah dengan:
1. Memperjelas tujuan-tujuan belajar. Siswa akan
terdorong untuk belajar apabila ia mengetahui tujuan-tujuan belajar yang hendak
dicapai.
2. Menyesuaikan pengajaran dengan
bakat,kemampuan dan minat siswa.
3. Menciptakan suasana pembelajaran yang
menantang,merangsang dan menyenangkan.
4. Memeberikan hadiah (penguatan) dan hukuman
(hukuman yang bersifat membimbing,yaitu yang menimbulkan efek peningkatan)
5. Menciptakan suasana hubungan yang hangat dan
dinamis anatara guru dan siswa serta antara siswa dan siswa.
d) Peningkatan keterampilan belajar
Prosedur yang dapat dilakukan diantaranya
adalah dengan :
1. Membuat catatan waktu guru mengajar
2. Membuat ringkasan dari bahan yang dibaca
3. Mengerjakan latihan-latihan soal.
e) Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang
efektif
Setiap siswa
diharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Tetapi tidak
tertutup Kemungkinan adanya siswayang memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang
tidak harapkan. Apabila siswa memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang tidak
baik dikhawatirkan siswa tidak akan mencapai prestasi belajar yang baik karena
hasil belajar yang baik itu diperoleh melalui usaha yang dilakukan oleh siswa
yang baik. sikap dan kebiasaan belajar yang baik tidak tumbuh secara kebetulan
,melainkan sering kali perlu ditumbuhkan melalui bantuan yang
terencana,terutama oleh guru-guru dan orang tua siswa. Untuk itu siswa
hendaknya dibantu dalam hal sebagai berikut :
1. Menemukan motif-motif yang tepat dalam belajar
2. Memelihara kondisi kesehatan yang baik
3. Mengatur waktu belajar baik disekolah maupun
dirumah
4. Memilih tempat belajar yang baik
5. Belajar dengan menggunakan sumber belajar yang
baik
6. Membaca secara baik dan sesuai dengan
kebutuhan.
7. Tidak segan-segan bertanya untuk hal-hal yang
tidak diketahui.
Daftar Pustaka :
Rosner, Jerome. (1993). Helping Children Overcome Learning Diffculties. New York: Worker an
Company.
Sunaryo Kartadinata. (1990). Kebutuhan Akan Layanan Bimbingan di Sekolah
Dasar.Hasil Penelitian. Bandung: IKIP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar